Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Cari Blog Ini

Translate

Upaya Berjumpa Lailatul Qodar Saat Di Perjalanan


Agar Mudikmu Berkah
🚙🚙🚙🚙🚙🚙🚙🚙🚙
Tidak dipungkiri lagi jika arus mudik terbesar terjadi di hari-hari menjelang hari raya, terutama hari raya ‘Idul Fitri. Waktu menjelang hari raya ini biasanya seminggu sebelum hari raya atau 2-3 hari sebelumnya, artinya pelaku mudik akan melaksanakan mudiknya di detik-detik akhir Romadhon (tanggal 20 – 30 Romadhon), di mana pada hari-hari tersebut terdapat malam kemuliaan yang lebih baik dari 1000 bulan.
💡
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) itu pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. AL-Qodr: 1-3)
🔎
Dari Ibnu Umar ra: “ada beberapa orang laki-laki sahabat Nabi SAW yang bermimpi melihat Laylatul Qadar pada 7 malam terakhir, maka sabda Nabi SAW : Aku juga melihat apa yang kalian mimpikan itu jatuhnya pada 7 malam terakhir, maka barangsiapa yang ingin mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir tersebut.” (HR Bukhari, VII/142, No: 1876)
💡
Di riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon.” (Bukhari (4/225) dan Muslim (1169))

Atas dasar tersebut, maka agar mudik kita tidak sekedar capek tanpa makna, yuk dari sekarang prepare dan buat rencana, aktivitas apa yang bisa kita lakukan selama perjalanan mudik itu.
############
1). Niat

Rasulullah SAW bersabda: “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada yang ditujunya” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Bagi teman-teman yang mau mudik, niat itu penting. Niat untuk ketemu keluarga dan kekasih tercinta (kekasih yang halal lho 😀), itu mah udah biasa. Tapi jika niat kita dimodifikasi dengan mencari ridho Allah sekaligus lailatul qodar saat mudik, itu LUAR BIASA.

2).Mengeluarkan Senjata

Senjata...emang kita mudik ke area pertempuran???
Bukan lah guys....senjata orang mukmin itu kan berdo’a. Artinya berdo’alah setiap kali bepergian. Salah satu do’a yang bisa diamalkan adalah sbb:

“Bismillahi tawakkaltu ‘alal loohi laa haula wa laa quwwata illa billah.
Subhaanalladzi sakh khorolana hadzaa wa maa kunna lahu muqriniina wa inna ilaa robbina lamun qolibuun”

Artinya: Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tiada daya-upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Maha suci dzat yang telah menundukkan (kendaraan) ini bagi kami dan tiadalah bagi kami sebelumnya mampu menguasai. Dan sesunggunya kami akan kembali kepada Tuhan kami.

3).Bawa Bekal

Ssssst..bawa bekal...kan lagi puasa.
Bekal di sini itu tidak harus makanan. Namun kita pun diberi keringanan untuk tidak berpuasa saat bepergian.

Dari Hamzah Ibnu Amar al-Islamy Ra. bahwa dia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku kuat shaum dalam perjalanan, apakah aku berdosa? Maka Rasulullah SAW bersabda: “Ia adalah keringanan dari Allah, barang siapa yang mengambil keringanan itu maka hal itu baik dan barang siapa senang untuk shaum, maka ia tidak berdosa.” (HR. Muslim)

Nah berdasarkan hadits tersebut, sah-sah saja kita bawa bekal makan-minum dan mengkonsumsinya terang-terangan (insya Allah gak digrebek ma satpol PP...hi...hi)😆.

Bekal lain yang gak kalah pentingnya adalah peralatan sholat (terutama bagi kaum hawa). Jangan tinggalkan sholat dengan dalih lagi di perjalanan. Berbeda dengan puasa, tidak ada ayat Al-Quran maupun hadits yang menerangkan bahwa kita boleh meninggalkan sholat saat bepergian.......namun yang ada hanyalah mengurangi rakaat sholat (qoshor) serta menggabung waktu sholat menjadi satu waktu (jamak).
🌼
Oleh sebab itu, jika sudah masuk waktu sholat dan tidak memungkinkan jika dilaksanakan ketika tiba di tempat tujuan, maka segera dirikan sholat, cari masjid/musholla terdekat, kalalupun tak ada, cari tempat yang kira-kira bisa dijadikan untuk sholat. Biasanya bandara, pelabuhan, atau terminal di Indonesia menyediakan tempat sholat, jadi aman. Manfaat membawa peralatan sholat sendiri bagi kaum hawa yaitu untuk berjaga-berjaga dari ngantri mukena (biasanya mushola/masjid menyediakan mukena terbatas) dan sebagai bukti bahwa kamu para hawa ingat akan Allah dimanapun kamu berada, sehingga Allah akan memudahkan kalian untuk mendirikan sholat Amiin.
🌼
Nah, jika seandainya kita mudik naik bis atau kereta, dan bis atau keretanya terus melaju tanpa mampir di tempat tertentu (sepertinya jarang sih kasus beginian), kita bisa sholat dengan posisi duduk. Bagaimana cara sholatnya? (Bisa dilihat di buku atau browsing di internet). Bagaimana wudhunya? Ya, sebelum kita bepergian berwudhulah....kalau batal....ya bisa berwudhu kembali (kalau tersedia air) atau dengan tayammum jika krisis air. Namun jika kita bisa pastikan kalau sholat bisa ditunda saat sampai di tempat tujuan, insya Allah tidak apa-apa dilaksanakan nanti, asal jangan lupa saja kalu kalian belum sholat...he..he..biasanya kalau sudah sampai rumah langsung “mendongeng” atau tepar di kasur (pengalaman pribadi :P).
🌼
Bekal lain untuk mencari lailatul qodar saat di perjalanan adalah mushaf Al-Quran. Zaman kekinian seperti sekarang ini, kita bisa saja tidak perlu membawa mushaf kemana-mana, karena di hape cerdasmu (smartphone) atau tablet bisa dimasukkan program Al-Quran, jadi kita dapat membacanya dimana saja. Daripada membaca manga, webtoon, atau koran, lebih baik baca Al-Qur’an yang setiap membaca satu hurufnya diganjar dengan kebaikan 10 kali lipatnya...apalagi di bulan romadhon, subhanalloh.
🌼
4).Ngobrol yang Bermanfaat atau Diam Sambil Berdzikir

Yang mudik sendirian biasanya akan bete jika tidak ada teman ngobrol dan perjalanan akan terasa lebih lama, namun ada hikmahnya...kalian bisa lebih fokus untuk baca Al-Qur’an, muroja’ah hafalan qur’an ataupun berdzikir, sehingga lidah dan mulut tidak digerakkan untuk melontarkan hal-hal yang sia-sia walaupun itu hanya sekedar basa-basi.

5). Bersabar dan Mendahulukan Yang Lain

Gak perlu emosi jika tiba-tiba ada yang menyerobot antrianmu ketika akan masuk ke bus, kereta, kapal atau pesawat. Tenang saja, kamu pasti kebagian tempat duduk kok...Perbanyaklah istighfar, kalau perlu bantu orang lain yang kerempongan bawa barangnya 😊
Jangan lupa pasang wajah CERIA dan SENYUM kepada setiap orang yang kalian temui.
🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉

Ya...seperti itu lah gambaran rencana perjalanan yang ngundang keberkahan. Dikatakan berkah maksudnya mendatangkan kebaikan, baik bagi si pelaku mudik maupun orang-orang disekitarnya. Dan keberkahan juga erat kaitannya dengan semakin dekanya hubungan kita dengan Sang Pencipta. Semoga bermanfaat....semoga kita menjadi salah seorang yang berkesampatan menjumpai ‘Lailatul Qodar’

SELAMAT MUDIK

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Solusi Tidak Bisa Kirim ADK LPJ Pada SAS 2016

Masalah Tidak Bisa Kirim ADK LPJ pada SAS 2016


Ini adalah pengalaman pertama saya (dan semoga tidak selamanya) menjadi bendahara pengeluaran APBN dan megang aplikasi SAS yang belum pernah dipelajari selama 24 tahun silam.

Saya menemukan solusinya dari
http://www.sahabat-komputindo.com/2016/01/update-perbaikan-sas-1603-kirim-adk-lpj.html?showComment=1457577068752#c8237620653099317693

Alhamdulillah bisa teratasi.
Berikut isi dari alamat website yang dimaksud:

Update Perbaikan SAS 16.0.3 (Kirim ADK LPJ TidaK Valid)


Bagi Satker yang masih mengalami kendala dalam mengirim LPJ memakai update SAS 16.0.3, dapat mengunduh file update exe terbaru melalui MediaFire di bawah ini:

- SAS16.0.3_perbaikan.rar

Cara Update:
1. Backup Aplikasi SAS untuk pengamanan.
2. Copy File di atas dan Paste-kan ke  C:/AplikasiSAS2016
3. Klik KANAN file update tersebut (SAS16.03_perbaikan.rar) > Klik Extract Here
4. Klik Yes To All >
SELESAI

Proses Update bisa juga dilakukan dengan cara meng-Extract file Update di atas terlebih dahulu, kemudian Copy file SAS.exe dan Paste (TIMPA) ke  Folder  C:/AplikasiSAS2016.

Silakan buka user Silabi, kemudian Coba kirim adk LPJ, maka pertama-tama akan muncul pesan:
"Field TGTRNAKHIR does not accept null values." Klik OK saja.
Maka kemudian ADK LPJ akan terbentuk / berhasil dikirim.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RESENSI BUKU 1




JUDUL BUKU          : THE POWER OF HABIT (DAHSYATNYA KEBIASAAN)

PENGARANG          : CHARLES DUHIGG

PENERJEMAH        : DAMARING TYAS WULANDARI PALAR

PENERBIT                : KEPUSTAKAAN POPULER GRAMEDIA

CETAKAN KE-         : 3 (DESEMBER 2013)

TAHUN TERBIT       : 2012

UKURAN BUKU      : 15 X 23 CM

TEBAL BUKU           : XX + 371 HALAMAN

ISBN                          : 978-979-91-0565-3

Buku ini merupakan buku terjemahan yang mengulas tentang rahasia keberhasilan melalui kebiasaan. Charles Duhigg yang seorang reporter investigasi New York Times, menulis buku tersebut yang isinya berupa hasil reportase yang didasarkan pada ratusan wawancara, ribuan makalah dan penelitian. Buku ini terbagi menjadi sembilan bab yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Bab pertama dalam buku ini menerangkan bagaimana kebiasaan bekerja yang salah satunya dicontohkan oleh pria separuh baya yang menderita ensefalitis viral, penyakit akibat sejenis virus yang relatif tidak berbahaya, tapi dalam kasus-kasus langka, virus itu bisa masuk ke otak salah satunya yang dialami oleh Eugene Pauly, akibatnya dia tidak ingat peristiwa yang baru saja terjadi, letak benda bahkan nama teman dan anaknya sendiri. Walaupun demikian, dia mampu menemukan jalan pulang ke rumahnya maupun letak dapur di rumahnya, padahal saat ditanya dimana letak dapur dia sama sekali tidak dapat menjawabnya. Hal tersebut dapat terjadi karena kebiasaan. Kebiasaan menurut para ilmuwan, muncul karena otak terus - menerus mencari cara untuk menghemat upaya. Bila dibiarkan saja, otak akan mencoba menjadikan nyaris setiap rutinitas sebagai suatu kebiasaan, sebab kebiasaan memungkinkan benak kita lebih sering bersantai. Otak yang efisien memungkinkan kita berhenti terus-menerus memikirkan perilaku dasar (misalnya berjalan dan memilih makanan), sehingga kita bisa menggunakan energi mental untuk menemukan tombak, sistem irigasi, bahkan pesawat terbang. 

Bab kedua dalam buku ini bercerita bagaimana menciptakan kebiasaan baru, bagaimana Pepsodent mampu mengungguli berbagai macam pasta gigi pada saat itu, bagaimana Febreze mampu mendombrak penjualan di antara berbagai macam produk pewangi saingannya. Dan semua itu digerakkan oleh kegiatan mengidam. Di bab ketiga kita disuguhkan oleh penjelasan mengapa perubahan bisa terjadi, salah satu kisah yang mewarnai bab ini adalah Tony Dungy, seorang pelatih football profesional dengan pernyataan emasnya bahwa juara tidak melakukan hal-hal yang luar biasa. Mereka melakukan hal-hal biasa, hanya saja tanpa berpikir, sedemikian cepat sehingga tim lawan tidak sempat bereaksi, mereka mengikuti kebiasaan – kebiasaan yang mereka telah pelajari.

Selanjutnya di bab empat kebiasaan mana yang paling berarti, di bab ini kita akan menemukan jawaban bagaimana O’Neill mampu menjadikan salah satu perusahaan paling besar, paling membosankan, dan paling berpotensi berbahaya menjadi mesin laba dan benteng keselamatan. Salah satu rahasianya adalah dia sangat percaya pada daftar. Ketika kekuatan tekad menjadi otomatis adalah tema yang dijabarkan dalam bab lima. Kebiasaan kunci yang paling penting bagi keberhasilan individual adalah kekuatan tekad yang besar. Di bab enam, kita dapat mengetahui bagaimana para pemimpin menciptakan kebiasaan melalui ketidaksengajaan dan kesengajaan, dan tiga bab selanjutnya berturut – turut menceritakan ketika perusahaan memanipulasi kebiasaan, bagaimana pergerakan terjadi, serta apakah kita bertanggung jawab atas kebiasaan kita?   

Segala macam penjelasan dari pertanyaan di atas diterangkan secara panjang lebar di buku ini disertai penjelasan ilmiahnya (sangat cocok bagi pembaca yang kritis, yang mencari alasan di balik suatu masalah dan mengaitkannya dengan sains). Bahasa yang digunakan dalam buku terjemahan ini memang tidak terlalu ringan. Pembaca yang kurang tertarik dengan penjelasan ilmiah akan segera jenuh dan kurang dapat memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. 

Walaupun demikian, buku ini layak untuk dibaca, karena disertai gambar – gambar yang memudahkan pembaca untuk lebih memahami isi bacaan dalam buku tersebut. Kelebihan lain dari buku ini adalah kisah kehidupan pelakunya yang digambarkan secara detail, Charles Duhigg benar – benar pro dalam mengumpulkan sumber yang memudahkan pembaca untuk mengetahui kebiasaan para tokoh dalam buku ini secara rinci sehingga dapat menginspirasi pembaca yang menginginkan untuk merubah kebiasaan buruknya dan melatih kebiasaan – kebiasaan yang mendukung tercapainya kesuksesan. 


Oleh: Febri RES

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

JANGAN REMEHKAN HAL-HAL KECIL



😲😁😂DIARI DUNIA KERJA KU (PART 2)_5 November 2015

Kalau aku perhatikan, sejarah kehidupan itu berulang - ulang. Lebih dari setengah dasawarsa silam tepatnya sekitar tahun 2005 dan enam tahun sebelumnya aku diserahi amanah untuk mengelola keuangan (lebih tepatnya cuman nyimpan dan ngeluarin uang –B.E.N.D.A H.A.R.A gitu). Dan hal tersebut berulang kembali sebelum aku genap menjadi seorang PNS. Tiba-tiba keluar SK yang mencantumkan namaku sebagai “Staf Pengelola Keuangan Satker APBN – Dana Dekonsentrasi”. Ini tantangan yang awalnya membuatku ciut (semoga gak keterusan), “pasti ntar dinas luarku dibatasi atau bahkan gak bisa kemana-mana, jaga kandang aja (jaga kantor ngurus uang >_<)”, pikirku. Namun dibalik itu aku yakin Allah punya rencana dengan menyetting peranku seperti ini.

Pengalamanku baru – baru ini tentang pemberian honor, uang saku, dan sejenisnya yang bersangkutan dengan kegiatan peternakan (kecuali ngurusin gaji) yang patut digarisbawahi adalah UANG RECEH. Terkadang sebagian dari kita bangga dengan uang warna biru dan merah yang masing-masing bertuliskan nominal lima puluh ribu dan seratus ribu rupiah, dan risih dengan uang kecil/receh karena bikin dompet padat saja. Tapi uang receh ini sangat diperlukan bukan hanya buat nyumbang pengamen-pengamen di jalan aja, tapi buat si pengelola keuangan. Bayangkan aja jika waktu itu aku tak membawa uang pribadiku yang penuh dengan uang receh, aku akan kesulitan membagi honor narasumber maupun uang saku peserta kegiatan, kan agak kurang sopan ya kalau minta angsulan sama mereka, apalagi kalau narasumber maupun pesertanya baru dikenal. Dan aku sangat bersyukur sekali jika honor-honor yang diberikan setelah dipotong pajak hanya memanfaatkan uang biru dan merah, karena gak perlu repot menukar ke sana-sini. 

Pelajaran yang kudapatkan adalah jika menerima panjar untuk suatu kegiatan (yang pastinya kebanyakan isinya uang biru dan merah), siapkan juga UANG RECEH pribadimu atau syukur-syukur punya rekan kerja yang dompetnya tebal dengan uang receh. 

JANGAN REMEHKAN UANG RECEH, WALAUPUN BERNILAI KECIL TAPI BERPENGARUH BESAR BAGI KELANCARAN KEGIATAN, DENGAN KATA LAIN JANGAN REMEHKAN HAL-HAL KECIL DI SEKITARMU.....

                                               🐏MARI SALING MENGINGATKAN 🐏

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS