Cari Blog Ini
Translate
Upaya Berjumpa Lailatul Qodar Saat Di Perjalanan
02.11 |
Label:
Perenungan
Agar Mudikmu Berkah
🚙🚙🚙🚙🚙🚙🚙🚙🚙
Tidak dipungkiri lagi jika arus mudik terbesar terjadi di hari-hari menjelang hari raya, terutama hari raya ‘Idul Fitri. Waktu menjelang hari raya ini biasanya seminggu sebelum hari raya atau 2-3 hari sebelumnya, artinya pelaku mudik akan melaksanakan mudiknya di detik-detik akhir Romadhon (tanggal 20 – 30 Romadhon), di mana pada hari-hari tersebut terdapat malam kemuliaan yang lebih baik dari 1000 bulan.
💡
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) itu pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. AL-Qodr: 1-3)
🔎
Dari Ibnu Umar ra: “ada beberapa orang laki-laki sahabat Nabi SAW yang bermimpi melihat Laylatul Qadar pada 7 malam terakhir, maka sabda Nabi SAW : Aku juga melihat apa yang kalian mimpikan itu jatuhnya pada 7 malam terakhir, maka barangsiapa yang ingin mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir tersebut.” (HR Bukhari, VII/142, No: 1876)
💡
Di riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon.” (Bukhari (4/225) dan Muslim (1169))
Atas dasar tersebut, maka agar mudik kita tidak sekedar capek tanpa makna, yuk dari sekarang prepare dan buat rencana, aktivitas apa yang bisa kita lakukan selama perjalanan mudik itu.
############
1). Niat
Rasulullah SAW bersabda: “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada yang ditujunya” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)
Bagi teman-teman yang mau mudik, niat itu penting. Niat untuk ketemu keluarga dan kekasih tercinta (kekasih yang halal lho 😀), itu mah udah biasa. Tapi jika niat kita dimodifikasi dengan mencari ridho Allah sekaligus lailatul qodar saat mudik, itu LUAR BIASA.
2).Mengeluarkan Senjata
Senjata...emang kita mudik ke area pertempuran???
Bukan lah guys....senjata orang mukmin itu kan berdo’a. Artinya berdo’alah setiap kali bepergian. Salah satu do’a yang bisa diamalkan adalah sbb:
“Bismillahi tawakkaltu ‘alal loohi laa haula wa laa quwwata illa billah.
Subhaanalladzi sakh khorolana hadzaa wa maa kunna lahu muqriniina wa inna ilaa robbina lamun qolibuun”
Artinya: Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tiada daya-upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Maha suci dzat yang telah menundukkan (kendaraan) ini bagi kami dan tiadalah bagi kami sebelumnya mampu menguasai. Dan sesunggunya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
3).Bawa Bekal
Ssssst..bawa bekal...kan lagi puasa.
Bekal di sini itu tidak harus makanan. Namun kita pun diberi keringanan untuk tidak berpuasa saat bepergian.
Dari Hamzah Ibnu Amar al-Islamy Ra. bahwa dia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku kuat shaum dalam perjalanan, apakah aku berdosa? Maka Rasulullah SAW bersabda: “Ia adalah keringanan dari Allah, barang siapa yang mengambil keringanan itu maka hal itu baik dan barang siapa senang untuk shaum, maka ia tidak berdosa.” (HR. Muslim)
Nah berdasarkan hadits tersebut, sah-sah saja kita bawa bekal makan-minum dan mengkonsumsinya terang-terangan (insya Allah gak digrebek ma satpol PP...hi...hi)😆.
Bekal lain yang gak kalah pentingnya adalah peralatan sholat (terutama bagi kaum hawa). Jangan tinggalkan sholat dengan dalih lagi di perjalanan. Berbeda dengan puasa, tidak ada ayat Al-Quran maupun hadits yang menerangkan bahwa kita boleh meninggalkan sholat saat bepergian.......namun yang ada hanyalah mengurangi rakaat sholat (qoshor) serta menggabung waktu sholat menjadi satu waktu (jamak).
🌼
Oleh sebab itu, jika sudah masuk waktu sholat dan tidak memungkinkan jika dilaksanakan ketika tiba di tempat tujuan, maka segera dirikan sholat, cari masjid/musholla terdekat, kalalupun tak ada, cari tempat yang kira-kira bisa dijadikan untuk sholat. Biasanya bandara, pelabuhan, atau terminal di Indonesia menyediakan tempat sholat, jadi aman. Manfaat membawa peralatan sholat sendiri bagi kaum hawa yaitu untuk berjaga-berjaga dari ngantri mukena (biasanya mushola/masjid menyediakan mukena terbatas) dan sebagai bukti bahwa kamu para hawa ingat akan Allah dimanapun kamu berada, sehingga Allah akan memudahkan kalian untuk mendirikan sholat Amiin.
🌼
Nah, jika seandainya kita mudik naik bis atau kereta, dan bis atau keretanya terus melaju tanpa mampir di tempat tertentu (sepertinya jarang sih kasus beginian), kita bisa sholat dengan posisi duduk. Bagaimana cara sholatnya? (Bisa dilihat di buku atau browsing di internet). Bagaimana wudhunya? Ya, sebelum kita bepergian berwudhulah....kalau batal....ya bisa berwudhu kembali (kalau tersedia air) atau dengan tayammum jika krisis air. Namun jika kita bisa pastikan kalau sholat bisa ditunda saat sampai di tempat tujuan, insya Allah tidak apa-apa dilaksanakan nanti, asal jangan lupa saja kalu kalian belum sholat...he..he..biasanya kalau sudah sampai rumah langsung “mendongeng” atau tepar di kasur (pengalaman pribadi :P).
🌼
Bekal lain untuk mencari lailatul qodar saat di perjalanan adalah mushaf Al-Quran. Zaman kekinian seperti sekarang ini, kita bisa saja tidak perlu membawa mushaf kemana-mana, karena di hape cerdasmu (smartphone) atau tablet bisa dimasukkan program Al-Quran, jadi kita dapat membacanya dimana saja. Daripada membaca manga, webtoon, atau koran, lebih baik baca Al-Qur’an yang setiap membaca satu hurufnya diganjar dengan kebaikan 10 kali lipatnya...apalagi di bulan romadhon, subhanalloh.
🌼
4).Ngobrol yang Bermanfaat atau Diam Sambil Berdzikir
Yang mudik sendirian biasanya akan bete jika tidak ada teman ngobrol dan perjalanan akan terasa lebih lama, namun ada hikmahnya...kalian bisa lebih fokus untuk baca Al-Qur’an, muroja’ah hafalan qur’an ataupun berdzikir, sehingga lidah dan mulut tidak digerakkan untuk melontarkan hal-hal yang sia-sia walaupun itu hanya sekedar basa-basi.
5). Bersabar dan Mendahulukan Yang Lain
Gak perlu emosi jika tiba-tiba ada yang menyerobot antrianmu ketika akan masuk ke bus, kereta, kapal atau pesawat. Tenang saja, kamu pasti kebagian tempat duduk kok...Perbanyaklah istighfar, kalau perlu bantu orang lain yang kerempongan bawa barangnya 😊
Jangan lupa pasang wajah CERIA dan SENYUM kepada setiap orang yang kalian temui.
🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉🚉
Ya...seperti itu lah gambaran rencana perjalanan yang ngundang keberkahan. Dikatakan berkah maksudnya mendatangkan kebaikan, baik bagi si pelaku mudik maupun orang-orang disekitarnya. Dan keberkahan juga erat kaitannya dengan semakin dekanya hubungan kita dengan Sang Pencipta. Semoga bermanfaat....semoga kita menjadi salah seorang yang berkesampatan menjumpai ‘Lailatul Qodar’
SELAMAT MUDIK
Read User's Comments(0)
Solusi Tidak Bisa Kirim ADK LPJ Pada SAS 2016
Masalah Tidak Bisa Kirim ADK LPJ pada SAS 2016
Ini adalah pengalaman pertama saya (dan semoga tidak selamanya) menjadi bendahara pengeluaran APBN dan megang aplikasi SAS yang belum pernah dipelajari selama 24 tahun silam.
Saya menemukan solusinya dari
http://www.sahabat-komputindo.com/2016/01/update-perbaikan-sas-1603-kirim-adk-lpj.html?showComment=1457577068752#c8237620653099317693
Alhamdulillah bisa teratasi.
Berikut isi dari alamat website yang dimaksud:
Update Perbaikan SAS 16.0.3 (Kirim ADK LPJ TidaK Valid)
Bagi Satker yang masih mengalami kendala dalam mengirim LPJ memakai update SAS 16.0.3, dapat mengunduh file update exe terbaru melalui MediaFire di bawah ini:
- SAS16.0.3_perbaikan.rar
Cara Update:
1. Backup Aplikasi SAS untuk pengamanan.
2. Copy File di atas dan Paste-kan ke C:/AplikasiSAS2016
3. Klik KANAN file update tersebut (SAS16.03_perbaikan.rar) > Klik Extract Here
4. Klik Yes To All >
SELESAI
Proses Update bisa juga dilakukan dengan cara meng-Extract file Update di atas terlebih dahulu, kemudian Copy file SAS.exe dan Paste (TIMPA) ke Folder C:/AplikasiSAS2016.
Silakan buka user Silabi, kemudian Coba kirim adk LPJ, maka pertama-tama akan muncul pesan:
"Field TGTRNAKHIR does not accept null values." Klik OK saja.
Maka kemudian ADK LPJ akan terbentuk / berhasil dikirim.
RESENSI BUKU 1
14.04 |
Label:
Resensi Buku
JUDUL
BUKU : THE POWER OF HABIT
(DAHSYATNYA KEBIASAAN)
PENGARANG : CHARLES DUHIGG
PENERJEMAH : DAMARING TYAS WULANDARI PALAR
PENERBIT : KEPUSTAKAAN POPULER GRAMEDIA
CETAKAN
KE- : 3 (DESEMBER 2013)
TAHUN
TERBIT : 2012
UKURAN
BUKU : 15 X 23 CM
TEBAL
BUKU : XX + 371 HALAMAN
ISBN : 978-979-91-0565-3
Buku ini merupakan buku
terjemahan yang mengulas tentang rahasia keberhasilan melalui kebiasaan. Charles
Duhigg yang seorang reporter investigasi New
York Times, menulis buku tersebut yang isinya berupa hasil reportase yang
didasarkan pada ratusan wawancara, ribuan makalah dan penelitian. Buku ini
terbagi menjadi sembilan bab yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Bab pertama dalam buku ini menerangkan bagaimana kebiasaan bekerja yang salah
satunya dicontohkan oleh pria separuh baya yang menderita ensefalitis viral,
penyakit akibat sejenis virus yang relatif tidak berbahaya, tapi dalam
kasus-kasus langka, virus itu bisa masuk ke otak salah satunya yang dialami
oleh Eugene Pauly, akibatnya dia tidak ingat peristiwa yang baru saja terjadi,
letak benda bahkan nama teman dan anaknya sendiri. Walaupun demikian, dia mampu
menemukan jalan pulang ke rumahnya maupun letak dapur di rumahnya, padahal saat
ditanya dimana letak dapur dia sama sekali tidak dapat menjawabnya. Hal
tersebut dapat terjadi karena kebiasaan. Kebiasaan menurut para ilmuwan, muncul
karena otak terus - menerus mencari cara untuk menghemat upaya. Bila dibiarkan
saja, otak akan mencoba menjadikan nyaris setiap rutinitas sebagai suatu
kebiasaan, sebab kebiasaan memungkinkan
benak kita lebih sering bersantai. Otak yang efisien memungkinkan kita
berhenti terus-menerus memikirkan perilaku dasar (misalnya berjalan dan memilih
makanan), sehingga kita bisa menggunakan energi mental untuk menemukan tombak,
sistem irigasi, bahkan pesawat terbang.
Bab kedua dalam buku ini
bercerita bagaimana menciptakan kebiasaan baru, bagaimana Pepsodent mampu
mengungguli berbagai macam pasta gigi pada saat itu, bagaimana Febreze mampu
mendombrak penjualan di antara berbagai macam produk pewangi saingannya. Dan
semua itu digerakkan oleh kegiatan mengidam.
Di bab ketiga kita disuguhkan oleh penjelasan mengapa perubahan bisa terjadi,
salah satu kisah yang mewarnai bab ini adalah Tony Dungy, seorang pelatih football profesional dengan pernyataan
emasnya bahwa juara tidak melakukan
hal-hal yang luar biasa. Mereka melakukan hal-hal biasa, hanya saja tanpa
berpikir, sedemikian cepat sehingga tim lawan tidak sempat bereaksi, mereka
mengikuti kebiasaan – kebiasaan yang mereka telah pelajari.
Selanjutnya di bab empat kebiasaan
mana yang paling berarti, di bab ini kita akan menemukan jawaban bagaimana
O’Neill mampu menjadikan salah satu perusahaan paling besar, paling
membosankan, dan paling berpotensi berbahaya menjadi mesin laba dan benteng
keselamatan. Salah satu rahasianya adalah dia sangat percaya pada daftar. Ketika kekuatan tekad menjadi otomatis
adalah tema yang dijabarkan dalam bab lima. Kebiasaan kunci yang paling penting
bagi keberhasilan individual adalah kekuatan
tekad yang besar. Di bab enam, kita dapat mengetahui bagaimana para
pemimpin menciptakan kebiasaan melalui ketidaksengajaan dan kesengajaan, dan
tiga bab selanjutnya berturut – turut menceritakan ketika perusahaan
memanipulasi kebiasaan, bagaimana pergerakan terjadi, serta apakah kita
bertanggung jawab atas kebiasaan kita?
Segala macam penjelasan dari pertanyaan di atas
diterangkan secara panjang lebar di buku ini disertai penjelasan ilmiahnya
(sangat cocok bagi pembaca yang kritis, yang mencari alasan di balik suatu
masalah dan mengaitkannya dengan sains). Bahasa yang digunakan dalam buku
terjemahan ini memang tidak terlalu ringan. Pembaca yang kurang tertarik dengan
penjelasan ilmiah akan segera jenuh dan kurang dapat memahami pesan yang ingin
disampaikan oleh penulis.
Walaupun demikian, buku ini layak untuk dibaca, karena disertai
gambar – gambar yang memudahkan pembaca untuk lebih memahami isi bacaan dalam
buku tersebut. Kelebihan lain dari buku ini adalah kisah kehidupan pelakunya
yang digambarkan secara detail, Charles Duhigg benar – benar pro dalam
mengumpulkan sumber yang memudahkan pembaca untuk mengetahui kebiasaan para
tokoh dalam buku ini secara rinci sehingga dapat menginspirasi pembaca yang
menginginkan untuk merubah kebiasaan buruknya dan melatih kebiasaan – kebiasaan
yang mendukung tercapainya kesuksesan.
Oleh: Febri RES
JANGAN REMEHKAN HAL-HAL KECIL
😲😁😂DIARI DUNIA KERJA KU (PART 2)_5 November 2015
Kalau aku perhatikan, sejarah kehidupan itu berulang
- ulang. Lebih dari setengah dasawarsa silam tepatnya sekitar tahun 2005 dan
enam tahun sebelumnya aku diserahi amanah untuk mengelola keuangan (lebih
tepatnya cuman nyimpan dan ngeluarin uang –B.E.N.D.A H.A.R.A gitu). Dan hal
tersebut berulang kembali sebelum aku genap menjadi seorang PNS. Tiba-tiba
keluar SK yang mencantumkan namaku sebagai “Staf Pengelola Keuangan Satker APBN
– Dana Dekonsentrasi”. Ini tantangan yang awalnya membuatku ciut (semoga gak
keterusan), “pasti ntar dinas luarku
dibatasi atau bahkan gak bisa kemana-mana, jaga kandang aja (jaga kantor ngurus
uang >_<)”, pikirku. Namun dibalik itu aku yakin Allah punya rencana
dengan menyetting peranku seperti ini.
Pengalamanku baru – baru ini tentang pemberian
honor, uang saku, dan sejenisnya yang bersangkutan dengan kegiatan peternakan
(kecuali ngurusin gaji) yang patut digarisbawahi adalah UANG RECEH. Terkadang sebagian
dari kita bangga dengan uang warna biru dan merah yang masing-masing
bertuliskan nominal lima puluh ribu dan seratus ribu rupiah, dan risih dengan
uang kecil/receh karena bikin dompet padat saja. Tapi uang receh ini sangat
diperlukan bukan hanya buat nyumbang pengamen-pengamen di jalan aja, tapi buat
si pengelola keuangan. Bayangkan aja jika waktu itu aku tak membawa uang
pribadiku yang penuh dengan uang receh, aku akan kesulitan membagi honor narasumber
maupun uang saku peserta kegiatan, kan agak
kurang sopan ya kalau minta angsulan sama mereka, apalagi kalau narasumber maupun
pesertanya baru dikenal. Dan aku sangat bersyukur sekali jika honor-honor
yang diberikan setelah dipotong pajak hanya memanfaatkan uang biru dan merah,
karena gak perlu repot menukar ke sana-sini.
Pelajaran yang kudapatkan adalah jika menerima
panjar untuk suatu kegiatan (yang pastinya kebanyakan isinya uang biru dan
merah), siapkan juga UANG RECEH pribadimu atau syukur-syukur punya rekan kerja
yang dompetnya tebal dengan uang receh.
JANGAN REMEHKAN UANG RECEH, WALAUPUN BERNILAI KECIL
TAPI BERPENGARUH BESAR BAGI KELANCARAN KEGIATAN, DENGAN KATA LAIN JANGAN REMEHKAN
HAL-HAL KECIL DI SEKITARMU.....
Langganan:
Postingan (Atom)









